Tukang Marmer Tulungagung Tukang Marmer Tulungagung

Jumat, 20 April 2018

CARA MERAWAT PRASASTI PNPM

             Setiap kegiatan PNPM yang berupa sarana -prasarana , selalu mewajibkan Team Pengelola Kegiatan ataua TPK untuk menayangkan atau membuat prasasti dan papan Nama proyek kegiatannya.Hal ini dimaksudkan sebagai sarana informasi bagimasyarakat dan merupakan sarana transparansi dari sebuah kegiatan swakelola oleh masyarakat, agar tidak timbul buruk-sangka atau apriori terhadap para pelaku PNPM ditingkat Desa .
  Prasasti PNPM yang di buat oleh teman-teman TPK ini biasanya dipampangkan di awal batas lokasi pembuatan sarana-prasana , bila berupa jalan baik aspalt, telford atau makadam , atau TPT ( Tembok penahan Tanah ), saluran irigasi dan  selokan atau sejenisnya. Bila Kegiatannya berupa gedung TK atau POSKESDES biasanya ditampilkan didepan gedung tsb, dalam aturan terbaru ada kewajiban untuk mengecat genthengnya dengan Tulisan " PNPM MPd " diatas gentheng gedung tersebut .Nah...yang akan kita sampaikan disini adalah tip-tip untuk merawat prasasti PNPM anda, agar prasasti ini tetap menjadi sebuah kenangan yang manis kehidupan kita dalam rangka berpartisipasi " membangun desa "
               Sebagaiman kita maklumi bahwasanya dalam PNPM ada tim yang bertugas sebagai pemelihara kegiatan yang telah ada dilokasi tertentu. Tim ini biasanya disebut sebagai Tim Pemelihara, nah mungkin saja perawatan prasasti PNPM ini merupakan tugas dan tanggungjawab dari Tim Pemelihara ini.Tim ini biasanya terdiri dari 3 orang, yakni Ketua, Sekretaris dan Bendahara, Biasanya untuk Tim ini melibatkan perangkat desa atau Kepala Dusun sebagai salah satu anggota Tim, agar dalam mengkoordinasi kegiatan pemeliharaan ini bisa " gathuk lan mathuk " dengan kegiatan-kegitan pemeliharaan sarana-prasarana lain didesa, biasanya berupa gugur gunung atau bergotong royong .
               Tahap awal yang perlu dipersiapkan untuk pemeliharaan prasasti PNPM ini antaralain :
Alat-alat: 1.Ember...jangan lupa isi dengan air....
               2. Silet kecil/ cutter/ silet buat cukur kumis juga butuh 2 biji
               3.Ampelas.
               4.Kuas besar dan kuas lukis
               5.Sikat untuk mencuci baju  ( Yang sudah nggak terpakai saja...nanti bisa dimarahin istri....)
               6. Lap kain... ( Jangan pakai baju baru... yang ini .....istri bisa ngamuk beneran  ....)
Bahan-Bahan :
                1.  Sabun cuci
                2.  Cat, sesuai jumlah warna yang ada diprasasti anda.
                3.  Obat Poles marmer ( Berwarna kuning  bisa pesan di kami, harga perkg 85 Ribu ) satu Kg  cukup untuk bersihkan prasasti Sekabupaten / sekitar 100 lembar ....
                4.  Lem Resin dan katalis  Jika ada  teks yang rusak atau prasasti yang pecah( harga perliter -                   Rp 45.000,- cukup untuk membenahi prasasti sekabupaten, makanya patungan untuk beli..
                     Katalis perbotol 100Ml harg Rp 10.000,- perliter butuh sekitar  5 botol.
                5. Cairan pengkilap motor, kayak Sanpoly atau jenis silikon mobil yang lainnya ...
Langkah-langkah perawatan , Mula-mula bersihkan prasati PNPM anda dengan cara dicuci dengan sabun cuci, sehingga kotoran-kotoran yang menempel baik itu berupa debu atau lumpur jalanan , semua hilang. Langkah kedua bilas sampai bersih lalu keringkan, sekering mungkin. 

 
Gambar 1: Beginilah kira-kira hasil prasasti PNPM yang baru dikerokin catnya...
Langkah ketiga bersihkan  cat yang ada di teks atau logo anda dengan silet, hal ini perlu ketelatenan  dan tingkat kerajinan super,sampai bersih.. kalau kurang-kurang dikit nggak apa-apa...dah...Juga cat-cat yang ada diloggo PNPM dan DEPDAGRI atau loggo-loggo lainnya .Tambal teks-teksnya yang sudah melebar kesana sini.. caranya: Campurkan Lem resin sebanyak tiga sendok makan, diaduk rata dengan 3_5 tetes katalistnya, pake  semen putih untuk bahan tambahan hingga adonan ratadan Kalis kayak roti mentah. Oleskan ke teks-teks yang sudah rusak, sebelum benar-benar kering bentuk sesuai huruf yang rusak, sesuaikan dengan  font  teks anda Membentuk font ini bisa mempergunakan silet atau cutter.Tunggu hingga kering lagi.Kemudian dibersihkan, Setelah bersih , saput dengan kuas untuk memastikan tidak ada sisa cat hasil pengerokan -pengerikan tadi  ( Bingung mau dikatakan apa kalau pakai bahasa Indonesia : red )

Gmbar 2Seperti Inilah Kira-Kira Gambar awal setelah Prasasti PNPM dicat /sebelum dibersihkan pake silet

            Langkah yang paling menentukan adalah pengecatan , sebagai finishing, catlah teks.. dan loggo, bisa kena luarnya dikit-dikitlah...setelah semuanya diwarnai dengan baik, silahkan tunggu sampai kering....jangan coba-coba menggosok cat yang belum kering karena saya khawatir cat anda masuk dipori-pori batu prasasti tersebut. setelah seratus persen kering, baru gunakan silet tanpa pegangan ( biasanya silet cukur kumis ...red) untuk membersihkan cat disekitar teks anda ...atau anda bisa pakai  skrap atau Kepi... untuk membersihkan seluruh permukaan prasasti anda ...setelah bersih, baru, tumbuklah obat poles marmer sampai seperti bedak atau menjadi tepung, ayak hingga halus, campur dengan sedikit air, siapkan lap anda sedikit saja buat alat pengoles. Poleskan obat marmer tsb kepermukaan prasasti anda hingga rata ...tunggu sampai kering dan setelah kering bilas lagi, lalu keringkan lagi.... 
( wah...muter-muter...tapi beginilah caranya ...yang sabar ya...) Setelah kering, baru anda poles dengan silikon  yang biasa anda pakai untuk membersihkan motor dirumah.....Nah...sekarang prasasti PNPM anda akan tampak baru lagi kayak gini.....
          
UNTUK INFORMASI DAN PEMESANAN BISA LANGSUNG HUBUNGI :

Septi Laila
Hp : 085885100071-085336007171
Whatsap : 085885100071
Pin.BBM : DD90185D
Email : pengrajinmarmer01@gmail.com
Web : www.marmertulungagung.net


MyFreeCopyright.com Registered & Protected

BAGAIMANA CARA MENGETAHUI KWALITAS PRASASTI PNPM YANG BAIK.....?????

Teliti sebelum membeli...itu kata Nenek Moyang kita dulu...sebelum kita melakukan hal terkait sebuah transaksi jual-beli...

Tak terlepas dari itu kami ingin juga memperkenalkan sekaligus berbagi bagaimana cara mengetahui stnadart kawalitas Prasasti PNPM yang baik.....
Inilah POINT KRITERIA YANG DIJADIKAN QUALITY CONTROL "BINTANG ANTIK SEJAHTERA" suplayer Prasasti PNPM yang telah Njajah Deso Milangkori dari PROPINSI BAnten sampai dengan Kepulauan di NTT:

            1. Ketebalan ...Kami memberikan Jaminan kepada teman-teman TPK-UPK dan Pelaku sebagai koordinator dari teman-teman TPK, bahwa satndart ketebalan PLAT BATU MARMER yang kami gunakan adalah diatas 1,7 CM... ini terkait dengan kekuatan dari prasasti tersebut , ketika terpasang dialam luar ( OUTDOOR).
           2.Detail Pengerjaan Loggo dan Finishing...... Karena dalam format Prasasti Tahun 2010 Keatas diwajibkan menampilkan banyak loggo-loggo sedangkan Ukuran standart Nasional hanya 40X60 CM maka kita akan memberikan detail loggo-loggo yang ada akan tampak seperti aslinya...dan InsyaAllah semua terbaca dengan jelas....Kecuali yang ukurannya kurang dari 3 MM, ini memang sulit sekali didetailkan, akan tetapi biasanya untuk TULISAN DEPDAGRI masih bisa terbaca, namun kadangkala juga tidak terbaca
         3. Keutuhan batu...pastikan PLAT BAtu yang anda peroleh tidak atau bukan barang yang pecah...atau retak tembus depan-belakang.... , kadang memang sulit membedakan retakan Tembus ini dengan Urat-Warna batu marmer, apalagi untk motif kembang...jadi ketelitian anda akan sangat membantu....
        4. Corak yang ada pada batu marmer tidak terlalu ramai....memang untk batu Kembang...coraknya memang lumayan ramai...berbatik-bathik...kadangkala sebagai orang awam anda akan diberikan KW dibawah standart...yakni yang biasa disebut sebagai motif TROTOL TRENYEP.... Ciri khas dari Trotol Trenyep ini adalah motifnya sangat ramai sehingga lebih dari 80persen cover batu tertututpi oleh motif ini....
       5.Teknik Pengerjaan.....teknik yang dipergunakan untuk cetak massal biasanya kawan -kawan mempergunakan teknik Chemist...untuk Loggo....dan untuk TEKS serta ANGKA_ANGKA PENTINg memepergunakan teknik grafir manual atau lazim disebut sebagai tatah.....kalau seandainya untuk teksun dipergunakan teknik chemist...biasanya kurang baik untuk jangka panjang...karena prasasti ini akan mudah pudar/hilang catnya apabila terkena pergantian masa dan musim.....seandainya hilang cat...nya ya....cat saja seperti biasanya ini khan tugas TP3 untuk merawat.....
      6. Perhatikan Keserasian dan keseragaman font yang dipakai dalam satu baris...teks....
Keserasian ini didapatkan dari keseragaman pengerjaan,kadangkala kita menemukan teknik pengerjaan yang berbeda dalam satu garis kalimat.Misalnya untuk...Nama desa dengan Teknik " Grafir" untuk nama Kecamatan dengan teknik "Chemist", meskipun font yang dipakai sama tetap akan menghasilkan tulisan yang tidak seragam dalam satu kalimat.
     7. Perhatikan pengerjaan garis tepinya..........
Mintalah pengerjaan garis tepi ini dengan teknik " grafir" atau teknik skrap, karena jika mempergunakan teknik "chemyst" maka dipastikan hasilnya akan kurang baik,kadangkala garis melebar,kadang menyempit.

Demikian beberapa standart Kwalitas yang kami terapkan untuk pengerjaan Prasasti PNPM ....semoga teman-teman dapat memaklumi bilamana diawal-awal standart kwalitas kami masih belum terlau ketat seperti sekarang ini...dan kami yakin ....bahwa dengan kepercayaan teman-teman yang bertambah...kami akan semakin berhati-hati untuk menjaga image kami sebagai salah satu suplayer PRASASTI PNPM di NUSANTARA ini....

Salam KOMPAK>.......................................

UNTUK INFORMASI DAN PEMESANAN BISA LANGSUNG HUBUNGI :

Septi Laila
Hp : 085885100071-085336007171
Whatsap : 085885100071
Pin.BBM : DD90185D
Email : pengrajinmarmer01@gmail.com
Web : www.marmertulungagung.net
MyFreeCopyright.com Registered & Protected

SEJARAH KERAJINAN MARMER TULUNGAGUNG


Pada waktu Sekolah dulu saya masih teringat ketika mengikuti lomba karya Tulis Ilmiah Pelajar seKabupaten Tulungagung, aku menulis tentang Karya Tulis Ilmiah bidang sosial ,yakni tentang "Sejarah Perkembangan kerajinan marmer di Desa Campurdarat dan sekitarnya" sehingga pada waktu itu aku memperoleh juara satu sekabupaten Tulungagung, mengalahkan sekitar 25 sekolahan lainnya yang cukup bergengsi dikota kecilku....saya ingat-ingat saja..kalau ada yang salah mohon diluruskan...

Sejarah perkembangan marmer di Tulungagung diawali dengan ditemukannnya lokasi pertambangan marmer oleh para penjajah Hindia Belanda sekitar tahun 1934, Lokasinya adalah di sekitar desa Besole,Kecamatn Besuki.Pada waktu itu sejarah Kota Tulungagung mencatat wilayah ini sebagai " Underdistrict Wajak" dan dulu sudah sering tercatat bahwa pertambangan Marmer itu letaknya di Desa Wajak Tulungagung,sehingga ada kalanya orang lawas menyebut bahwa desa penghasil marmer itu adalah desa Wajak.Setelah terjadi pemekaran sekitar tahun 1972, Desa Besole ini menjadi bagian tersendiri dan ikut dalam Kecamatan Besuki, demikian juga beberapa desa-desa lain di Kecamatan Campurdarat dan sekitarnya , membentuk kecamatan tersendiri,dan bukan lagi termasuk dalam " Underdistrict Wajak" jadi kalau anda adalah orang Kelahiran dibawah tahun 1972 selalu mengatakan bahwa Tambang marmer diTulungagung itu terletak di " desa Wajak "
 GENERASI PERTAMA
Pada waktu tahun 1934 itu Hindia Belanda mendirikan sebuah peroesahaan ...kayak persero atau BUMN saat ini,namanya saya lupa...akhirnya berkembang-berkembang sampai ditahun 1970-an berganti nama IMIT  singkatan Industri Marmer Indonesia Tulungagung...ini adalah perusahaan marmer pertama di daerah Tulungagung.
Kemudian industri ini berkembang sebagai dampak disekitar pabrik, yakni pemanfaatan limbah pabrik kala itu,berupa butiran-butiran marmer yang disebut sebagai "traso" diskala usaha  perumahan saja. Traso ini dibuat dari butiran-butiran kecil marmer yang berukuran dibawah 1 CM saja.Pada waktu itu traso dimanfaatkan sebagai campuran penghias dari semen putih, yang dibentuk menjadi berbagai macam kerajinan  rumah tangga, seperti pot bunga besar, bahan lantai dan dinding,makam atau kijingan, bak mandi kotak, asbak , batu nisan dan lain-lain. Perkembangan awal kerajinan traso ini tercatat beberapa nama sesepuh antaralain : Mbah Sakijo Karsoen, Mbah Liyanto,Mbah Soekarno ( Ini kakek Saya ...) Mbah Soekarni..Mbah Wagiran Jombor....dan  sebut saja ini sebagai generasi pertama...dari perintis usaha kerajinan marmer di Tulungagung, khususnya desa Gamping dan sekitarnya...Selain dari kerajinan traso ini, juga berkembang dengan pesat adalah pengolahan batu Gamping...pernah dengan " Batu Gamping Campurdarat?" ini adalah semacam bahan bangunan pada waktu itu sebagai pengganti semen saat ini,yakni sebagai adonan perekat batu-batu pondasi bangunan sekitar tahun 1970-1990an...sekarang tinggal sedikit sekali masyarakat yang ,mempergunakan bahan bangunan  " batu Gamping " ini.Sedangkan pada tingkat pengolahan marmer kala itu masih sangat sederhana dan mempergunakan tegnology manual saja...yakni dengan tatah baja hitam dan palu saja...jadi untuk membuat sebuah asbak diameter 20 CM saja misalnya ...memerlukan waktu kurang lebih 2-3 hari..sangat melelahkan memang...tapi para perintis kerajinan ini secara gigih dan pantang menyerah menurunkan ketrampilan mereka kepada anak-anak cucu mereka.Kejayaan generasi ini juga ditandai dengan dikenalnya produk kerajinan mereka keseluruh kota-kota besar diIndonesia,sehingga pada zaman pemerintah ORDE BARU beberapa kali memberikan bimbingan-bimbingan dan bantuan teknis pengembangan kerajinan marmer.
GENERASI KEDUA
Perkembangan pesat tegnology pengolahan kerajinan marmer ini  generasi kedua ini terjadi sekitar tahun 1978-sampai dengan tahun 1985,Tercatat kala itu beberapa nama yang sempat sukses diera ini antaralain munculnya pengrajin marmer "SERBA USAHA" ..."BATU ANTIK,BINTANG ANTIK" ( Ini trah keluarga saya ),BATU PUALAM,JEMBATAN BATOE ..." silih berganti usaha ini jatuh bangun seiring perputaran roda nasib Perusahaan masing masing....kemudian generasi ini diteruskan oleh beberapa nama perusahaan . Pada generasi ini ditandai dengan mulai dikenalkan oleh pemerintah kala itu,yakni tegnology bubut batu, dan gergaji batu besar.Para pengrajin saat sudah mulai pandai berinovasi dengan kerajinan mereka, yakni dengan membuat berbagai kerajinan yang berbentuk. vas bunga kecil,asbak bubut,kinangan,poci teh, dan jenis-jenis meja marmer bubutan ,pada waktu itu maksimal diameternya hanya 50- 60 CM saja.Muncul pula pada generasi ini nama-nama lainyang tak kalah hebatnya dalam berbisnis dan membuka peluang pasar..dan pada awal generasi ini telah muncul dan berdatangan buyer-buyer asing  untuk kerajinan marmer, dan saat itu usaha kerajinan marmer Tulungagung mulai dikenal pasar Luar negeri.

tobe continue....saya inget-inget dulu dimana saya letakkan karya ilmiah saya itu...siapa tahu datanya agar lebih valid...karena disitu ada narasumbernya yang berkompeten...OK..???

UNTUK INFORMASI DAN PEMESANAN BISA LANGSUNG HUBUNGI :

Septi Laila
Hp : 085885100071-085336007171
Whatsap : 085885100071
Pin.BBM : DD90185D
Email : pengrajinmarmer01@gmail.com
Web : www.marmertulungagung.net


MyFreeCopyright.com Registered & Protected